Selasa, 13 Agustus 2013

Wahai Impianku mMn

Wahai Impianku : Wajah lembut gairah hidupku berhati tulus dan lembut pusat cinta pusaran rindu engkau datang mendaki titian angkasa menerawang senja dalam rayapan kelam menembus langit - langit menerobos nirwana.
Tapi. Mengapa harus ada pemisah asmara yang menghadang seperti air mendekam di gelas putih permaisuri. Hanya bisa ku pandang dan ku panggil dalam sebuah sajak yang tak kan pernah bisa menyapa hasrat dalam kasih yang sedang di rangkum oleh sang pujangga.
Pandanganku pupus mengejar ombak yang terus menepi menyusuri pesisir sandang nestapa. Suaraku lepas di terpa angin menembus pandangan di balik kabut merah. Sementara belahan jiwaku tersaput kabut segenap lembah tergenang kegeglapan dalam seluruh gurun tersalut kelam mencekam.
Butir air mataku bertebaran bagai embun di padang sahara.
Ku coba tuk maju mengejar senja namun terpelungkup di lembah sepi
Terhadang kabut hitam yang siap mendekap impianku.
Aku bergelimpangan tersekat maut di tempat yang senyap, resah, cengkrama, renta
Berpusar di dalam singgasana jiwaku yang kelam.
Barangkali inilah takdirku. Berjalan dalam kekosongan dan kesendirian. Malam tinggal sebatang kara berpijak di bumi di remas sepi.
Wahai Impianku !. Semoga bayanganmu mampu mendekap pilunya cinta dalam kendapan jiwa ini yang hampir kusut di ronrong masa.
Uhuy, bagaimana kawan? berilah komentar anda mengenai Wahai Impianku yang saya posting ini. terima kasih

2 komentar:

Komentar yang Baik !!!.
Suka Artikel ini dan mau Copas? Baca dulu Peraturan Copas !!!.